Jadilah Tamu yang Sopan dengan 11 Adab Bertamu dalam Islam Berikut

adab bertamu dalam islam - muslimah center

muslimahcenter.comadab bertamu – Mempererat persaudaraan dan menyambung tali silaturrahmi merupakan kewajiban bagi semua muslim. Ada banyak sekali cara yang dapat sahabat muslimah lakukan untuk menyambung tali silaturrahmi, salah satunya dengan mengunjungi rumah satu sama lain atau bertamu. Dengan bertamu, seorang muslim akan semakin dekat dan mengenal tetangga atau kawannya dengan baik, dan lebih mencurahkan perhatian kepada mereka. Namun, dalam islam, ada adab-adab bertamu yang harus dipatuhi oleh seorang muslim guna menjunjung sikap sopan-santun, tata-krama, serta agar sang peneruma tamu tetap merasa dihormati, dan bahkan senang bila dikunjungi.

Jadi, begini adab-adab bertamu dalam islam. Yuk, disimak sahabat muslimah!

Bacaan Lainnya

1. Datang Sesuai Waktu yang Ditentukan

1 adab bertamu - muslimah center

Adab bertamu yang pertama, yaitu memenuhi undangan dengan datang tepat waktu sesuai waktu yang ditentukan si pemilik rumah. Hal ini sangat dianjurkan. Kecuali ada suatu udzur yang sangat penting sehingga menyebabkan kita tidak dapat datang pada waktunya, atau bahkan jika kita datang itu akan membahayakan kita.

2. Mengetuk Pintu dengan Pelan

2 adab menerima tamu dalam islam - muslimah center

Mengetuk pintu pemilik rumah dengan pelan merupakan juga merupakan adab bertamu dalam islam, dan keharusan untuk menjaga sopan santun serta perilaku kita saat bertamu. Seperti hadits berikut ini, “Kami di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetuk pintu dengan kuku-kuku.” (H.R. Bukhari).

3. Jangan Menghadap Pintu saat Mengetuk

Hal ini untuk mencegah kita tidak secara langsung melihat apa yang ada di dalam rumah orang yang mengundang kita sebelum diizinkan. Adab bertamu ini berkaitan dengan kesiapan pemilik rumah untuk mempersiapkan segalanya dalam menerima tamu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abdullah bin Bisyr ia berkata,

 “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…” (H.R. Abu Dawud).

4. Setelah Tiga Kali Salam Tidak Mendapat Jawaban, Maka Sebaiknya Pulang

4 adab berperilaku sopan - muslimah center

Hal ini sesuai dengan sunnah Rasululah SAW yang hanya mengucapkan tiga kali salam saat bertamu. Begitupun juga jika pemilik rumah meminta kita untuk pulang atau menunda kunjungan kita, sebaiknya pulanglah. Karena hal tersebut merupakan hak pemilik rumah.

“Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja)lah,” maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. An-Nuur: 28).

Bisa saja pada hari ketika kita datang, sang pemilik rumah sudah memiliki agenda lainnya. Maka dari itu lebih baik lagi jika sebelumnya kita mengabarkan kedatangan kita kepada pemilik rumah yang akan kita datangi.

5. Tidak Membeda-bedakan Tamu Undangan

5 bersilaturrahmi dalam islam - muslimah center

Kita sangat tidak dianjurkan untuk membedakan siapa yang akan datang mengunjungi rumah kita. Ini adalah salah satu adab menerima tamu. Apalagi jika kita membedakan antara orang yang kaya dan orang yang miskin. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ ، وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ

“Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan.” (H.R. Bukhari Muslim).

6. Jika Pemilik Rumah Bertanya “Siapa?”, Maka Jawablah dengan Nama Jelas

Ketika kita mengucapkan salam kemudian pemilik rumah bertanya, “siapa?” maka jawablah dengan nama jelas kita

Hal ini dijelaskan dalam hadist berikut :

“Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku mengetuk pintu, lalu beliau bertanya, ‘Siapa?’ Maka Aku menjawab, ‘Saya.’ Lalu beliau bertanya, ‘Saya, saya?’ Sepertinya beliau tidak suka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Jangan Berlama-lama saat Bertamu

7 sopan santun saat bertamu - muslimah center

Segeralah berpamitan pulang setelah memakan hidangan yang memang disajikan untuk kita. Kecuali jika pemilik rumah memperbolehkan kita untuk tinggal. Semakin lama waktu bertamu dan panjangnya percakapan akan mengganggu si pemilik rumah. Apalagi jika ternyata si pemilik rumah memiliki agenda lainnya setelah kita bertamu.

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak makanannya! Namun, jika kamu diundang, masuklah! Dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan! Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi. Lalu, Nabi malu kepadamu untuk menyuruh kamu keluar. Dan Allah tidak malu menerangkan yang benar.” (Qs. Al Azab: 53)

8. Lebih Baik Membawa Buah Tangan untuk Pemilik Rumah

8 memberi oleh oleh saat bertamu - muslimah center

Memberi hadiah dapat membuat silaturrahmi semakin erat dan saling mencintai saudaranya. Seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berilah hadiah di antara kalian! Niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

9. Jika Membawa Seseorang yang Tak Diundang, Minta Izinlah Terlebih Dahulu

Jika kita membawa seseorang yang tidak diundang, maka minta izinlah terlebih dahulu kepada pemilik rumah yang mengundang kita.

Adab bertamu ini dijelaskan dalam hadits berikut:

“Ada seorang laki-laki di kalangan Anshor yang biasa dipanggil Abu Syuaib. Ia mempunyai seorang anak tukang daging. Kemudian, ia berkata kepadanya, “Buatkan aku makanan yang dengannya aku bisa mengundang lima orang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengundang empat orang yang orang kelimanya adalah beliau. Kemudian, ada seseorang yang mengikutinya. Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Engkau mengundang kami lima orang dan orang ini mengikuti kami. Bilamana engkau ridho, izinkanlah ia! Bilamana tidak, aku akan meninggalkannya.” Kemudian, Abu Suaib berkata, “Aku telah mengizinkannya.”” (H.R. Bukhari).

10. Mendoakan Pemilik Rumah

10 makan bersama keluarga - muslimah center

Kita harus mendoakan sang pemilik rumah yang memberi kita hidangan setelah kita mencicipi makanan tersebut. Beberapa doa yang tertulis dalam hadits adalah sebagai berikut:

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ, وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ اْلأَبْرَارَ,وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ اْلمَلاَئِكَةُ

“Orang-orang yang puasa telah berbuka di samping kalian. Orang-orang yang baik telah memakan makanan kalian. Semoga malaikat mendoakan kalian semuanya.” (HR Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albani).

اَللّهُـمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي, وَاْسقِ مَنْ سَقَانِي

“Ya Allah berikanlah makanan kepada orang telah yang memberikan makanan kepadaku dan berikanlah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman.” (HR. Muslim).

اَللّهُـمَّ اغْـفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ

“Ya Allah ampuni dosa mereka dan kasihanilah mereka serta berkahilah rezeki mereka.” (HR. Muslim).

11. Berpamitan saat Pulang

11 menjaga tali silaturahmi by muslimah center

Meminta izin saat pulang dan berpamit kepada seluruh pemilik rumah yang mengundang kita juga salah satu adab bertamu yang harus kita terapkan. Hal ini dilakukan dengan sikap yang santun dan sopan. Jangan lupakan kata terimakasih serta mohon maaf karena telah ‘merepotkan’ mereka.

Oke sahabat muslimah, itulah adab-adab bertamu dalam islam yang harus kita perhatikan dan kita terapkan sebelum menghadiri undangan atau rumah orang lain. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, ya.

Pencarian topik ini:

  • https://www muslimahcenter com/adab-bertamu-dalam-islam/

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.